Posted in Random Thing

What’s New Year’s eve Means to you?

Tahun akan berganti dalam hitungan jam, seperti tahun baru sebelum dan sebelumnya, akan selalu ada orang-orang yang mendadak agamis dengan postingan reminder untuk tidak merayakan tahun baru.

To be honest, aku sendiri bukan orang yang secara khusus merayakan pergantian tahun dengan ceremonial tertentu. Pun bukan orang yang anti jika ada yang berpendapat kalau pergantian tahun harus ada perayaannya. I mean, bukankah ada juga yang merayakan pergantian tahun baru Hijriyah? Correct me if i am wrong.

Atau mungkin karena pergantian tahun baru Masehi lebih identik dengan hingar bingar keduniaan sedangkan tahun baru Hijriyah lebih Islami?

Kalau begitu, bukankah akan lebih bijak jika reminder-nya spesifik memberi masukan untuk tidak merayakan berlebihan saja, bukan dengan kalimat-kalimat hujatan tentang ‘Tidak boleh” dan tidak tidak yang lainnya.

Tidakkah bisa difahami bahwa libur tahun baru ataupun libur lainnya untuk sebagian orang hanyalah sebatas kalender yang berwarna merah dan kesempatan berkumpul dengan keluarga?

Nah, selagi berkumpul, sekalianlah membuat acara, makan bersama, bakar ikan, kembang api, hanya sebagai media untuk merayakan kebersamaan tadi.

That’s what new year’s eve means to me.

Se-simple itu.

Ah ya, aku sebenarnya punya kebiasaan setiap menjelang tahun baru.

I liked to write my resolution for the next year 😅

Usually i wrote so many goals that i want to achieve and end up with re-write the same goals in the end of year for the next year.

Ahahaha

But I wont do that this time.  My goals in 2019 is simple, I want to love myself as much as I can. Because someone said that the key of happiness begins with us who love ourselves.

Dengan begitu, aku berharap aku bisa membahagiakan orang-orang disekelilingku.

I can’t describe in detail what I mean. But for sure, I want to be a  happier person, by accepting who I am, and all the problems I face today.

In 2018, I passed quite a lot of good and bad things. One of the lessons I learned in 2018 is that “change” is something that we should be able to enjoy, because what is certain is precisely the uncertainty itself.

So, Goodbye 2018, welcome 2019.

 

 

Advertisements
Posted in Random Thing

Fall in love with people we can’t have

Bekerja dengan teman yang usianya diawal dua puluhan terkadang akan banyak mendengar cerita-cerita galau tentang percintaan yang penuh drama. Halah.

Banyak yang kadang dari obrolan ringan lalu tiba-tiba jadi ajang curhat dan konsultasi, tentang pacar, keluarga bahkan rumah tangga, padahal mah kitanya juga baru nikah dengan usia pernikahan yang nggak jauh beda. Ha ha ha.

Ada hal menarik dari percakapan hari ini dengan salah satu teman, sebut saja Mawar 😎, yang ingin aku simpan dalam bentuk tulisan.

Dari obrolan ringan tentang pekerjaan, lama-lama tentang pacar yang katanya kurang perhatian. Uhuk.

Mawar bercerita kalau sikap si pacar dirasa terlalu cuek, kurang perhatian gitu deh, dia membandingkan dengan sikap teman mainnya yang kebetulan cowok dan jauh lebih perhatian dibandingkan si pacar. Eng ing eng.

Kata Aa Nicholas mah, berawal dari simpati, lalu empati, jatuh hati deh. So cliche.

Sederhananya sih, ya udah sih, putusin si pacar, jadian sama si temen tapi demen tadi.

Tapi namanya drama nggak akan ada yang se-simple itu Esperanza. He he he

Segala macam pertimbangan nggak masuk akal kaya nggak enak sama keluarga lah, nggak mau diputusin lah, jadi excuse untuk tetap mencoba mempertahankan hubungan.

Lalu aku hanya berperan sebagai pendengar yang sok bijaksana, memberikan masukan-masukan yang aku yakin nggak akan dilakukan juga.

Then I realize one thing, oh my god, i have been there, done that.

Ha ha ha

Pada masanya, akupun pernah berulang kali curhat about one person, one case, and one solution but I’ve never listened. Repeatedly. 😂😂

Mungkin memang benar, kalau menasehati orang yang sedang jatuh cinta adalah pekerjaan yang sia sia. 😁

Lalu aku hanya bisa menyampaikan satu hal pada temanku, sometime, our biggest regret in life is about something that we didn’t do rather than something we do.

Fall in love with people we can’t have is never easy, but at least try to make it happen.

Halah. Teori aja jagonya 😂

Posted in Random Thing

Why people should Diet?

When I was on senior high school, I have a friend who always worried about her weight, at that time I was like “ya elah sist, ribet amat idupnya segala obat pelangsing diminum” .

Kenapa, karena saat itu aku masih langsing, alhamdulilah aku melewati masa remaja tanpa memusingkan urusan berat badan.

Pertama kali ngeh dengan berapa berat badan sendiri ya pas daftar universitas dimana ada rangkaian tes kesehatan yang harus dijalani. Aku ingat sekali berat badanku 45 kg.

Kalau nginget itu suka ngga yakin sendiri,

“gile berarti BB aku sekarang meroket banget dong ya,, ahahaha” 😂😂

Sewaktu kuliah perlahan tapi pasti berat badanku merangkak naik, sepertinya karena kerjaanku saat semester awal dulu ya cuma kampus-makan-kosan. Nggak imbang antara yang masuk dan keluar, jadinya numpuk lemaknya.

Saat itulah inisiatif diet mulai muncul dikepala, yang sayangnya nggak diimbangi dengan tekad yang kuat jadinya ya cuma sekedar wacana saja.

Begituuu seterusnya sampai lulus kuliah, lalu kerja kemudian menikah. Nggak ada sejarahnya aku turun BB, selalu naik.

Kenapa, ya karena rencana-rencana diet yang diwacanakan nggak diimbangi dengan motivasi yang kuat apalagi ilmu yang cukup.

Lalu sampai beberapa bulan lalu, disaat pernikahan sudah melewati usia dua tahun dan belum ada tanda kehamilan, aku dan suami memutuskan untuk konsultasi dengan dokter.

Sebelum ke dokter sebetulnya sudah sempat nanya-nanya teman, dan dari info mereka aku tau kalau beberapa dokter akan menyarankan diet bagi calon ibu yang dianggap overweight, aku awalnya memandang positif info tersebut.

“Sekalian deh, kalau disuruh diet sama dokter jadinya punya motivasi kuat buat diet, dari dulu kan gagal terus dietnya”

Lalu kami membuat janji temu dengan dokter kandungan yang recomended spesialisasi fertilitas. Tujuannya ingin tau apakah kami sehat atau tidak.

Seperti dugaan, dokter menyarankan kami untuk menjaga pola makan. Karena pola makan yang buruk sangat berpengaruh pada kualitas kesehatan termasuk reproduksi.

Walaupun sudah menebak kalau akan mendapat masukan untuk melakukan diet, tapi proses konsultasinya benar benar bikin nangis, aku berasa kaya lagi diomelin bapak sendiri karena sudah melakukan kesalahan.

In this situation, the doctor menceramahiku panjang lebar dengan tegasnya tentang kondisi berat badanku yang overweight.

Maluuuu rasanya. Sedih juga.

Tapi paling tidak itu jadi motivasi besar buatku untuk benar-benar memperbaiki pola makan. Aku beli buku-buku tentang diet dan pola makan sehat. Aku tonton chanel youtube yang membahas tentang diet dan kesehatan.

Pemahaman baru tentang pola makan yang baik dan benar ini cukup membantuku menahan keinginan untuk makan sembarangan. Hasilnya cukup memuaskan, for the first time in my life, I lost weight.

Nggak langsung banyak sih, but I am soooo happyýyy. 😍

Posted in Random Thing

When I am old

Happy fasting everyone.

Halah, kaya ada readers lain aja gayanya.

Hehe

No problem, I write this blog just to reminder my self.

This morning I go to traditional market, kegiatan mamak mamak yang ditinggal kerja suaminya dihari libur 🤣

Tidak banyak yang bisa aku tulis dari kegiatan berbelanja, standar saja, hanya saja saat aku hendak membeli bahan untuk sayur lodeh, –yang aku belum tau resep bumbunya apa– aku mendapati seorang nenek penjual yang kutaksir usianya sudah lewat tujuh puluh tahunan.

Dilihat dari postur tubuhnya yang kelihatannya sudah sangat renta dan badannya sudah mulai membungkuk karena usia.

Melihatnya, ada sedikit iba, sehingga akupun tak masalah ketika dia menawarkan lebih banyak porsi sayuran dari yang sebenarnya aku butuhkan.

Sambil jalan pulang, aku tiba-tiba kepikiran, seperti apa aku saat tua nanti?

Apakah aku masih harus kerja keras memikirkan cara mendapat uang untuk sekedar memenuhi kebutuhan sehari-hari?

Apakah aku akan ditinggalkan oleh anak cucu yang lebih memilih melihat dunia ketimbang menemani orang tuanya?

Lalu, akan seperti apakah aku terhadap orang tuaku ketika mereka sudah tidak lagi muda?

I have no idea, but I wish I can live my life with my family around me and without worrying about money when I am old.

Nenek penjual sayur lodeh 😉 semoga sehat selaluuu
Posted in Random Thing

People Change

Yesterday, I met my old friend.

We were at the same junior and senior high school.

at that time actually we never become a real friend.

I mean, there is always popular and unpopular kids, right?

Pada saat itu, aku sama sekali tidak masuk kategori popular kid in school. Sementara temanku tadi kebalikanku.

Jadi kami tidak pernah ngobrol santai, just know each other aja.

Tapi kemarin, pas tidak sengaja ketemu, we talk like we were a good friend.

The point I want to share is, people change.

Semakin menua, pemahaman kita akan sesuatu semakin berubah.

Tentunya proses perjalanan hidup juga berpengaruh.

Temanku tadi, pada masa lalu adalah orang yang tidak akan menyapaku duluan, begitupun sebaliknya aku.

Karena sepertinya kami bukan tipe orang yang ramah kepada orang yang tidak begitu kami kenal baik.

Apalagi aku termasuk anak minderan saat itu.

Pada obrolan random kami kemarin, dia bercerita, kalau sudah sedikit teman masa sekolahnya yang keep in touch with him.

Dia menyebutnya seleksi alam, in a good way ofcourse.

Bahwa semakin menua, kepentingan dan cara pandang orang berubah, yang dulunya sahabat karib semasa SMA, bisa jadi sudah tidak nyambung lagi saat ngomongin masa depan.

He ask me, apakah itu wajar?

For me, itu wajar, karena akupun merasakannya juga.

Teman yang dulu seru untuk diajak sharing tentang novel misalnya, dimasa sekarang, dia tidak lagi nyambung karena menurutnya waktunya habis untuk mengurus anak, tidak lagi mengikuti update hal kesukaannya semasa kuliah dulu.

Mungkin akupun begitu buat teman teman lamaku.

Tidak lagi satu ‘frekuensi’ untuk beberapa hal tertentu.

Apakah itu salah?

For me, tidak.

People change, life goes on.

Lagi-lagi In a positive ways tentunya, buktinya si teman dan aku sendiri, sekarang sudah bisa berbincang santai, berbeda dengan saat kami sekolah dulu.

Bukankah itu berarti bentuk silaturahmi baru?

Posted in Random Thing

Dilema Tanggal 25

Apakah kamu termasuk orang yang excited setiap tanggal 25?

Toss.. Para penunggu gajian 😁

Tapi kebahagiaan tanggal 25 rasanya tidak mampu bertahan lama.

Begitu dilakukan transfer segala bentuk tagihan, kok rasanya sama saja seperti tanggal sebelumnya.

Ahahahahaha.

Mungkin itu tandanya sudah saatnya serius mencari penghasilan tambahan, sebelum terlanjur besar pasak daripada tiang 😉

Jangan lupa, banyak bersyukur, agar semua terasa lebih ringan.

Ahzeek

Posted in Random Thing

Social Media dan Memori

Berapa akun Media Social yang kamu punya?

The First Social Media that I had is Friendster, ahaha

yes, I am Old.

Dulu, saat masih labil, orientasi socmed buatku hanya sebatas show off saja, posting hal hal yang kuanggap keren, my old facebook bahkan isinya postingan galau saja, haha.

Postingan IG hanya potongan gambar yang terlihat keren. Karena aku menganggap memang begitulah umumnya, social media pada umumnya hanya untuk sekedar ajang pamer saja.

Ketika marak youtuber, akupun nyinyir melihat orang orang ngomong sama kamera dijalanan.

Lalu entah bagaimana awalnya, pandanganku berubah melihat social media, saat kukehilangan beberapa foto dan video lama, aku mulai melihat bahwa social media sebenarnya bisa jadi salah satu alat untuk merekam memori.

Aku yakin, jika saja facebook-ku nggak aku hapusin postingannya satu persatu sewaktu aku berniat merubahnya jadi lapak dagangan, pasti aku bisa melihat kembali transformasi diriku dari jaman alay awal kerja, hingga saat ini. Termasuk foto-foto lama.

Ketika marak youtube, awalnya aku sama sekali tidak tertarik untuk upload video di media tersebut, tapi sekarang ketika pemahamanku bergeser, aku mulai berniat untuk memanfaatkannya, bukan untuk menjadi youtuber famous ala-ala, tapi sekali lagi untuk menjadi media penyimpan memori, semoga saja tidak hilang begitu saja seperti friendster, jadi sepuluh atau dua puluh tahun dari sekarang, aku bisa melihat kembali potongan memori yang aku unggah disana.