Posted in My Day

Jarak

Hari ini aku baru menyadari satu hal, nyata, ternyata jarak tegal ke bumiayu dan tegal ke pekalongan adalah sama.
Satu jam perjalanan menggunakan kereta.

Tapi selama ini aku menganggap kalau lebih dekat tegal ke bumiayu, makanya aku sering pakai motor, sedangkan kalau ke pekalongan selalu pakai bus atau kereta.

Terus? Apa pentingnya?

Mindset, ya terkadang pola pikir yang terlanjur menyimpulkan sesuatu yang negative mempengaruhi apa yang kita putuskan atau kita pilih, in this case, I always use public transportation because I already think that I cant go to the city that jaraknya sangaaat jauh, padahal ternyata jarak nya sama saja dengan jarak tempuh yang setiap minggu aku lewati.

Did you got the point?

Jangan biarkan asumsi asumsi yang belum pasti mempengaruhi keputusanmu, jangan bilang kalau kamu tidak akan mampu melewatinya kalau bahkan mencoba nya saja belum pernah.

What you believe is what you become

@kamandaka train

Advertisements
Posted in Never Ending Learning

Gift

20140218-063149 PM.jpg

“Terimakasih banyak ya, jarang jarang dapat kado, jadi sayang mau di buka”

Satu baris pesan singkat dari seorang kawan, begitu kira kira isinya.
Dan perasaan itu datang lagi, perasaan senang saat seseorang mengapresiasi apa yang kita berikan.

Maybe itu yang selalu orang orang katakan, indahnya berbagi.

Sebetulnya kawan saya satu ini bukan masuk kategori yang perlu di beri sesuatu, dia masuk kategori berlebih, sempet ragu juga sebelum aku memberikan sesuatu tersebut kepadanya, bakal suka ngga ya?

Tapi tetap aku kasih juga, karena sebelumnya dia sudah memberikan sesuatu ke aku, rasanya ada kewajiban membalasnya.

People call this take and give right?

Intinya adalah, memberi itu ternyata menyenangkan, menyehatkan, kalau di fikir, ngga masuk akal si teman saya tadi bisa segitu senangnya aku belikan kaos dan gantungan kunci, begitu juga aku, saat ini mungkin bukan apa apa nilai selembar seratus ribu.

Tapi ada sesuatu disini, perasaan bahwa kita punya seseorang yang peduli kepada kita, seorang teman yang ingat kepada kita disaat dia ada ditempat jauh sana. Aku rasa itu yang membuatnya jadi priceless.

Hope you like the gift ya Rio Dewanto KW super 😋

Posted in Never Ending Learning

English vinglish

Another good indian movie, tell about
indian conservative wife, who always feel unconfident with her self, the main cause is because she cant speak english, and her daugther, son and husband laughing her because of that.
simple idea but good packaging, i mean in common life we often meet that kind of people,
Orang yang selalu merasa minder, rendah diri dan merasa inferior di banding orang lain, or maybe i also that kind of person sometimes.
Sashi, merasa kepercayaan dirinya muncul saat she know that she is loved by someone.
Is she in love with that guy who loving her?

No, she choose her family, she said that, “in my age, i dont need love, i just need respect”.
Its so simple I think,  Like sashi told to meera, “marriage is about being equal between wife and husband”.

I absolutely agree.
And the best part I love is the scene when sashi’s husband ask her, “do you still love me?”
Sashi replied ” thats why i gave you two ladoo”
Its mean she still love her husband even there is a gorgeous france guy who start in love with her.
Thats cute isnt it?

Bahwa cinta tidak selalu harus di ungkapkan dengan hal hal besar yang hiperbola, hal hal kecil seperti itu pun terkadang sudah bisa membuktikan dan menunjukkan bahwa we care and love someone.

Nice movie.

And actually I just know clearly how sri devi look even I know her name since I was child. Hehe

Posted in My Day

Kiai kanjeng

Beberapa hari terakhir, aku sangat tertarik dengan sosok Emha ainun najib atau yang familiar di sapa cak nun, simple gara gara aku baca ulasan mengenai beliau saat blog walking. Penasaran, aku mulai googling sosok cak nun beserta kiai kanjeng nya, dan entah mengapa aku seperti jatuh cinta pada beliau, suatu saat aku harus melihat ceramah beliau secara langsung dan bukan lewat youtube lagi.

Dan satu lagi hal yang membuat aku tertarik dengan kiai kanjeng adalah fakta bahwa di beberapa kali percormance nya tampil Band Letto, sebenernya aku sudah lama mendengar selentingan ini, bahwa personil letto adalah para generasi kedua dari kiai kanjeng, pada saat itu tidak terlalu menarik buatku, karena aku tidak suka letto, tapi sekarang saat aku jatuh hati dengan kiai kanjeng, aku juga hati pada letto, telat banget memang.

By the way, talk about letto make me remember my best friend farah, she love letto since we were in college. And talk about farah make me miss that time, when i can talk about everything with her, movie, music, politic or even love life.
Kalau diingat ingat she is the only one yang bisa aku ajak share all about that, sekarang she become a mommy, full housewife, tadinya aku takut, kalau itu akan merubah cara pandang dia, and i have no one who can talk about everything like old time, tapi ternyata tidak, she is still the same, hanya saja porsi waktunya sudah banyak berkurang, i cant chit chat whenever i want like before, but thats life, sometime ada beberapa hal yang harus berubah, dan kita harus bisa menyesuaikan diri. Am i sad? Ofcourse not, akupun akan segera seperti itu, aku harap, spent time for my child, dan talk about farah”s son, named tan ali, aku merasa dia sangat mirip his mother, dan ini semakin menguatkan pendapatku bahwa karakter seseorang sangat di pengaruhi karakter orang tuanya, farah and her sister yang sangat ramah aku berani jamin adalah turunan dari ibunya, dan aku lihat Tan ali mirip sekali farah, aku penasaran bagaimana nanti dia saat dewasa. 🙂