Posted in Random Thing

Umroh Backpacker Part 2

Beberapa waktu lalu, Aku tidak sengaja melihat recent update status BBM salah seorang kawan, dia sedang menjalankan ibadah Umroh bersama suami dan rekan kerjanya.  Nggak tau kenapa, agak terharu melihatnya, sepertinya menyenangkan, Umroh bersama suami dan teman.

Tidak seperti aku beberapa tahun lalu, sendirian. Setiap melihat postingan foto seseorang yang sedang menjalankan Umroh,  Aku selalu rindu untuk kembali mengunjungi Makah dan Madinah. Sebenernya mungkin ini perasaan semua orang yang sudah pernah kesana ya.

Ngomong-ngomong tentang Umroh, aku jadi ingat kalau dulu, sepulang dari Umroh aku pernah nulis disini, masih to be continue, tapi malah sampai satu tahun nggak nulis lanjutannya, jadi ceritanya pengen ngelanjutin nih, eh kali aja bermanfaat buat yang lagi cari-cari info tentang Umroh backpacker.

Terakhir Aku cerita sampai take off ke Sing ya? Anggap aja iya lah ya,, 😀

Karena sudah lama, kayanya nggak akan begitu detail sih, tapi seingetku, Aku dan rombongan sampai Singapur sekitar tengah malam, kaya anak kampung yang pertama ke kota, yah in this case, anak kampung yang pertama kali go abroad sih, Aku takjub liat Changi yang look so “high class”   dan untungnya diantara kami ada Mas Vecky yang dengar-dengar dulu kuliahnya di  luar negri, jadi nggak bingung lah ya sama urusan imigrasi. Setelah selesai di bagian imigrasi, kami langung menuju counter check  in SriLankan Airlines, pesawat yang akan membawa kami ke Jeddah besok pagi via Sri Lanka. Yup sudah tau kan ya kalau Umroh backpacker ini pakai penerbangan yang low cost, jadilah muter-muter dulu nyari trayek yang murah, berasa naik angkot aja ya pakai istilah trayek 😀

Menunggu pagi kami satu rombongan ngemper di dekat counter check in, udah kaya di Mushola deket rumah aja, tidur berjejeran di lantai, kalau aku sih milih nyari kursi kosong nggak jauh dari rombongan, sendirian kaya orang ilang tapi ternyata banyak juga orang orang yang menginap di bandara selain kami. Sepertinya mereka juga transit nunggu penerbangan pagi.

Keesokan paginya, selepas sholat shubuh, kami mulai merapikan kembali koper-koper untuk check in penerbangan ke Sri Lanka, sekali lagi aku merasa beruntung, walaupun sendirian dan nggak tahu apa-apa, ketua rombongan sangat membantu, duh kan udah agak lupa pula nama ketua rombongan kami, kalau tidak salah ustad Iman, pengurus salah satu pondok pesantren di Bogor yang kebetulan berangkat bersama keluarga besarnya.

Melihat ada orang yang mampu berangkat Umroh bersama rombongan keluarga besar, membuatku memanjatkan doa, semoga suatu saat, akupun bisa membawa keluarga besarku untuk berangkat Umroh bersama. Amin ya alloh.

Pesawat Srilankan Airlines yang kami tumpangi mendarat di Colombo Bandaranaike international pukul 11.20 waktu setempat, di Colombo kami tidak punya waktu banyak, karena kami harus melanjutkan perjalanan ke Jeddah pukul 14.10. Rencana awal kami bisa city tour di Colombo tentunya dibatalkan, kami benar-benar hanya transit di bandara untuk menunggu penerbangan selanjutnya. Jadi saya hanya tau gambaran seperti apa Sri Lanka hanya dari udara saat menjelang landing, view nya sekilas tidak jauh beda saat kita mendarat di Lombok, karena Jakarta dan Surabaya akan terlalu ramai dibandingkan dengan Colombo.

Di Colombo Bandaranaike international, kami sempat kesulitan menemukan counter imigrasi, karena petugas yang kami Tanya sepertinya tidak begitu mengerti bahasa inggris, jadilah kami sempat berkeliling bandara, buatku yang masih muda sih not a big deal ya, yang kasian adalah anggota rombongan yang sudah sepuh, ada sekitar 4 orang dalam rombongan kami yang sudah berusia cukup lanjut. That’s why menurutku Umroh dengan model backpacker ini kurang cocok untuk yang sudah berusia lanjut.

Alhamdulilah setelah sekitar tiga kali bertanya kepada petugas, kami sampai di counter imigrasi, setelah urusan administrasi beres, kami menyempatkan terlebih dahulu sholat dhuhur dijamak dengan ashar di mushola bandara, Sri Lanka salah satu Negara dengan pemeluk agama Islam cukup banyak, jadi tidak heran terdapat mushola di bandaranya.

Advertisements