Posted in Random Thing

Advertisements
Posted in Random Thing

Mengantar yang kembali pulang

Yesterday, I lost my best friend.

Sebenarnya, sejak akhir tahun lalu ketika Ia bercerita tentang penyakitnya, Aku tahu hari ini akan tiba. Cepat ataupun lambat.

She got cancer, leukemia. the type of disease that I usually only know from korean drama. I cried, when I first found out. Because I know “this day” will come.

The day she finally left us.

Tapi tetap saja, Aku kembali menangis. Tidak menyangka waktunya sedemikian singkat. Menyesal kenapa tidak sering-sering mengunjunginya. Menyapa lebih sering melalui WA, itupun tidak bisa dikatakan rutin, karena terkadang aku kurang menyempatkan.

Sebagai bentuk “pembalasan” dari rasa bersalah, aku memaksakan diri mengunjungi makamnya walaupun terlambat, menempuh jarak ratusan kilometer dengan dua hari perjalanan pulang-pergi.

Berdoa secara langsung didepan pusara, rasanya begitu tidak nyata.

Semoga Ia yang terbebas dari rasa sakitnya, juga diampuni segala dosa-dosanya. Diterima semua amal baiknya didunia.

Perjalanan kali ini juga jadi pengingat diri, selain merancang hidup yang baik di dunia, sebaiknya mulai merancang “kematian yang baik”

Dear Sinta Lutfika Sari, you will always be in my prayer and memory, a good memory.

— Gerbong lima kereta Ranggajati —

Posted in My Day

Jangan Mau Jadi “Robot”

Jadilah manusia yang sesungguhnya.

Begitu pesan Kyai muda dari kalimantan dalam kajian yang secara kebetulan aku ikuti malam ini.

Bagaimana caranya? Secara umum seperti yang beliau paparkan dalam uraian singkatnya, yang pertama kita harus terus memperbaiki diri, atau bahasa kekinian yang sedang populer digunakan adalah Hijrah. Jangan nunggu nanti, karena kita tidak tau sampai kapan sisa usia kita.

Kemudian yang kedua, jadilah manusia yang bermanfaat bagi orang lain, tidak perlu menunggu kaya, karena di pedalaman kalimantan sanapun ada orang yang rela memulung sisa sayur di pasar untuk kemudian dibersihkan dan diolah untuk memberi makan yatim piatu asuhannya.

Yang ketiga, pandai-pandailah bersyukur dengan apa yang kita punya, jangan selalu melihat apa yang tidak kita punyai, karena di akhirat kelakpun semua harta kita akan dimintai pertanggungjawabannya. Bukan berarti bersyukur jadi miskin juga sih, maksudnya paling tidak ketika kita kekurangan, maka akan semakin berkurang pula hisab kita akan harta tersebut. Tentu idealnya sih berkecukupan harta supaya bisa banyak membantu lebih banyak orang ya.

Kemudian pesan selanjutnya adalah bahagiakan orang lain terlebih dahulu jika kita ingin bahagia, absolutely right, the law of attraction. Karena energi positif itu menular.

Pesan yang terakhir adalah take action. Bisa diartikan luas, semisal memulai untuk terus memperbaiki diri.

Thats it, I hope I will remember this forever.

#purwokerto, almost midnight