Posted in Random Thing

Mengantar yang kembali pulang

Yesterday, I lost my best friend.

Sebenarnya, sejak akhir tahun lalu ketika Ia bercerita tentang penyakitnya, Aku tahu hari ini akan tiba. Cepat ataupun lambat.

She got cancer, leukemia. the type of disease that I usually only know from korean drama. I cried, when I first found out. Because I know “this day” will come.

The day she finally left us.

Tapi tetap saja, Aku kembali menangis. Tidak menyangka waktunya sedemikian singkat. Menyesal kenapa tidak sering-sering mengunjunginya. Menyapa lebih sering melalui WA, itupun tidak bisa dikatakan rutin, karena terkadang aku kurang menyempatkan.

Sebagai bentuk “pembalasan” dari rasa bersalah, aku memaksakan diri mengunjungi makamnya walaupun terlambat, menempuh jarak ratusan kilometer dengan dua hari perjalanan pulang-pergi.

Berdoa secara langsung didepan pusara, rasanya begitu tidak nyata.

Semoga Ia yang terbebas dari rasa sakitnya, juga diampuni segala dosa-dosanya. Diterima semua amal baiknya didunia.

Perjalanan kali ini juga jadi pengingat diri, selain merancang hidup yang baik di dunia, sebaiknya mulai merancang “kematian yang baik”

Dear Sinta Lutfika Sari, you will always be in my prayer and memory, a good memory.

— Gerbong lima kereta Ranggajati —

Advertisements

Author:

a happy wife, a future good mom :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s