Posted in Kuliner

Bakso Jamur Bakarย 

  
Sejak beberapa hari yang lalu, tiap pulang kerja aku menyempatkan beli cemilan ini, harganya cukup seribu rupiah untuk satu tusuknya.

Do you know what kind of snack is that? 

Yes, its cilok, walaupun mamang penjualnya bilang ini namanya bakso bakar, tapi buatku tidak ada perbedaan yang signifikan sih, because I am a cilok addict ๐Ÿ˜

Sebagai penggemar cilok fanatik, sebenarnya aku agak menyesali keterlambatanku dalam mendeteksi adanya cilok enak di sekitaran kosan -lebay-

Setelah hampir satu tahun, baru tau kalau mamang sebrang kosan ternyata jualan setiap sore sampai malam, menunya cuma dua yaitu bakso/cilok dan jamur bakar.

Beberapa kali beli, aku jadi tahu kalau beliau sudah jualan hampir empat tahun, di lokasi yang sama -istiqomah ya- 

Katanya awalnya usaha bareng saudara, kiosnya di Jalan Kampus, kawasan paling ramai se-grendeng raya. Hanya saja karena semakin ramai kios berbanding lurus dengan semakin mahalnya tagihan kontrakan kios, si Bapak memutuskan pindah lokasi.

Jadi buat yang domisili purwokerto, kalau mau nyicipin cilok bakar yang enak, gurih, atau yang pengen nyobain jamur bakar yg biasanya di goreng tepung, silahkan mampir ke gerobak di sebrang pintu masuk kampus BSI purwokerto. 

You will love it, trust me ๐Ÿ˜

Advertisements
Posted in Kuliner

Mie Ongklok Wonosobo

Bagi yang pernah berkunjung ke dataran tinggi Dieng pasti familiar dengan makanan ini.

Tampilannya hampir mirip mie ayam, hanya saja kuahnya kental dan tidak ada sayurannya seperti mie ayam.

Cocok lah dikonsumsi di dataran tinggi dieng yang berhawa cukup dingin.

Begini nih tampilannya.

image

Untuk harganya sendiri lupa berapa, tapi yang jelas sangat terjangkau kok.

Selamat mencoba.

Purwokerto, hari ke empat belas bulan ke empat

Posted in Kuliner

Sahoun Ayam, khas Purwokerto

Selama empat tahun kuliah di Purwokerto, baru sekarang aku sadar satu hal, ternyata masih banyak hal yang belum aku tahu tentang Purwokerto. Salah satu  adalah  kulinernya, ya wajar sih, waktu kuliah boro-boro mikirin wisata kuliner, bisa cukup makan tanpa mengandalkan mie instan saja sudah mewah. Hehe
Dulu pengetahuan kuliner hanya sebatas soto jalan bank dan mendoan sawangan. That’s it.

Sekarang, enam tahun kemudian, aku baru tahu kalau ada makanan khas Purwokerto yang namanya sahoun ayam, dari papan namanya sih mengklaim kalau makanan ini khas Purwokerto. Tapi agak heran juga, kenapa jarang yang jual ya? Bahkan menurut Ibu penjualnya ngga ada yang jual sahoun selain warungnya di Purwokerto. Apakah ini jenis species makanan baru? Whatever lah, yang penting sih enak. ๐Ÿ™‚

Buat yang penasaran, sahoun ini mirip soup, cuma isinya ayam dan sahoun. Iyalah, wong namanya aja sahoun ayam 😁. Kalau ayam ngga usah di jelasin lagi kali ya, nah kalau sahoun ini apa sih? Menurut yang jual, sahoun ini di buat dari tepung beras sama tepung kanji. Pernah makan kwetiau goreng? Nah sahoun ini mirip kwetiau, hanya saja nggak panjang panjang tapi besar.

image

Cara penyajiannya mirip bikin soto, ayamnya di suwir-suwir, sahounnya di potong-potong memanjang, di campur kuah dan taburan daun bawang. Voila. Begini penampakannya.

image

Kuahnya bening, segar, cocok dimakan pas hujan. Maknyooos.
Buat yang suka pedes bisa di tambahin sambal.

image

Tertarik? Silahkan di coba, warungnya ada di daerah kaliputih sebelum lampu merah pertigaan arah Sokaraja.

Selamat mencoba :D😄