Posted in Random Thing

Manusia, kadang punya segudang rencana dalam hidupnya.

Sesuatu yang dianggapnya untuk hidupnya.

Saat masih duduk dibangku sekolah, mengkhayal akan pekerjaan bergaji besar, menikah, punya rumah, jalan jalan ke kota impian.

Tapi kenapa saat semua sudah ditangan masih ada saja rasa hambar?

Mungkin itu karena semua yang digenggaman berubah menjadi membosankan ketika tidak perlu lagi berjuang untuk mendapatkan.

Atau bisa jadi karena sebetulnya bukan itu yang benar-benar kita butuhkan?

Lalu apa lagi yang harus dilakukan?

Kalau menurut uztad kesayangan, itu salah satu tanda kurangnya iman.

Banyak banyaklah istighfar.

Belajar mensyukuri apa yang dimiliki, dan ingatlah akan kehidupan setelah mati.

Kumpulkan bekal untuk kehidupan yang lebih kekal.

Mudah-mudahan dengan begitu hidup akan lebih hidup. Karena tau apa saja yang harus dilakukan.

Advertisements
Posted in Random Thing

Posted in Random Thing

Mengantar yang kembali pulang

Yesterday, I lost my best friend.

Sebenarnya, sejak akhir tahun lalu ketika Ia bercerita tentang penyakitnya, Aku tahu hari ini akan tiba. Cepat ataupun lambat.

She got cancer, leukemia. the type of disease that I usually only know from korean drama. I cried, when I first found out. Because I know “this day” will come.

The day she finally left us.

Tapi tetap saja, Aku kembali menangis. Tidak menyangka waktunya sedemikian singkat. Menyesal kenapa tidak sering-sering mengunjunginya. Menyapa lebih sering melalui WA, itupun tidak bisa dikatakan rutin, karena terkadang aku kurang menyempatkan.

Sebagai bentuk “pembalasan” dari rasa bersalah, aku memaksakan diri mengunjungi makamnya walaupun terlambat, menempuh jarak ratusan kilometer dengan dua hari perjalanan pulang-pergi.

Berdoa secara langsung didepan pusara, rasanya begitu tidak nyata.

Semoga Ia yang terbebas dari rasa sakitnya, juga diampuni segala dosa-dosanya. Diterima semua amal baiknya didunia.

Perjalanan kali ini juga jadi pengingat diri, selain merancang hidup yang baik di dunia, sebaiknya mulai merancang “kematian yang baik”

Dear Sinta Lutfika Sari, you will always be in my prayer and memory, a good memory.

— Gerbong lima kereta Ranggajati —

Posted in Random Thing

Give More, Get More

podcast

 

Yesterday, i listening raditya dika’s podcast with ricis and dimbeck.

Ya, podcast. Sounds too late ya i just know about that platform. Ahaha

But nevermind.

At the begining i didnt understand what the differents between podcast and youtube.

Because radit put his podcast on youtube also. Haha

But i think the different is, podcast more like radio and youtube more like television.

Back to the topic, what i will remember about that is, i found why ria and dimas deserve what they have today is because they fight for it.

Once again I found the prove that when we do more so we will get more.

Ria told that she slept just two hours in a day, because the job what she did. Ok thats not healthy life but the point is wow sampai segitunya dia memperjuangkan semua yang dia punya ya ternyata.

And then dimas, he told that he start working on entertainment since he 16 years old, and ternyata bukan hal mudah buat dia memulai karirnya. Dia bercerita tentang betapa dia memaksakan menjalani peran di sinetron yang sebenernya tidak dia suka jalan ceritanya hanya karena dia butuh uang. Actually itu menjawab rasa penasaranku sih, dulu pernah kepikiran kenapa artis artis yang aku yakini mereka pintar tapi kok mau saja memerankan tokoh dengan jalan cerita yang sangat tidak masuk akal. Aku pikir sekelas artis tidak khawatir dengan segala macam persoalan keuangan. Ahaha.

Ternyata sekali lagi dua hal yang selama ini awam diulang-ulang setiap orang memang benar ;

First, kalau kita mau hasil yang lebih ya harus mau bekerja lebih.

Lalu, apa yang kita nilai tentang orang lain dari kulit luar, belum tentu menampilkan yang sebenarnya, everyone has their own battle.

Selamat menjalankan ibadah puasa 😎

Posted in Random Thing

What if you are in a toxic relationship

toxic

Yesterday, one of my closest friend texting me, she asking

“can people who have committed domestic violence change?”

and I was like, oke, what she talking about exactly?

I don’t want to talk about my friend’s problem in specific.

I just thinking about what she asking to me.

can them change?

in my opinion, they can’t.

That’s just my opinion. kenapa? karena karakter pada usia dewasa sudah terbentuk dan susah di ubah. hanya yang berkomitmen kuat dan punya tujuan yang bisa.

Bukan berarti aku menyarankan untuk gampang menyerah pada keadaan ya, cuma kadang harus berani ambil keputusan untuk sesuatu hal yang prinsip dan bakal berpengaruh besar pada hidup kita kedepannya.

Biasanya, anak akan jadi pertimbangan utama bagi pasangan yang sedang dihadapkan pada pilihan untuk melanjutkan rumah tangganya atau tidak, tapi percayalah, memutuskan untuk tetap bersama hanya karena anak, tanpa dibarengi perubahan kondisi hubungan si suami dan si istri, tidak akan membuat anak tersebut bahagia, sometime it will be worst for them.

aku pribadi lebih condong dengan keputusan pasangan seleb Gading-Gisel, memberikan yang terbaik dikondisi yang terburuk.

tapi tentunya, sebelum mengambil keputusan, lakukan semua hal yang kamu bisa dulu ya, karena menikah memang bukan hanya menerima segala hal baik dari pasangan kita, tapi juga hal-hal yang kurang baik, tapiiii bukan juga kamu harus menempatkan diri sebagai rehabilitation center bagi pasangan kamu, menikah itu lebih tepat di analogikan sebagai melipatgandakan bukan melengkapi.

 

 

 

 

 

 

Posted in Random Thing

What’s New Year’s eve Means to you?

Tahun akan berganti dalam hitungan jam, seperti tahun baru sebelum dan sebelumnya, akan selalu ada orang-orang yang mendadak agamis dengan postingan reminder untuk tidak merayakan tahun baru.

To be honest, aku sendiri bukan orang yang secara khusus merayakan pergantian tahun dengan ceremonial tertentu. Pun bukan orang yang anti jika ada yang berpendapat kalau pergantian tahun harus ada perayaannya. I mean, bukankah ada juga yang merayakan pergantian tahun baru Hijriyah? Correct me if i am wrong.

Atau mungkin karena pergantian tahun baru Masehi lebih identik dengan hingar bingar keduniaan sedangkan tahun baru Hijriyah lebih Islami?

Kalau begitu, bukankah akan lebih bijak jika reminder-nya spesifik memberi masukan untuk tidak merayakan berlebihan saja, bukan dengan kalimat-kalimat hujatan tentang ‘Tidak boleh” dan tidak tidak yang lainnya.

Tidakkah bisa difahami bahwa libur tahun baru ataupun libur lainnya untuk sebagian orang hanyalah sebatas kalender yang berwarna merah dan kesempatan berkumpul dengan keluarga?

Nah, selagi berkumpul, sekalianlah membuat acara, makan bersama, bakar ikan, kembang api, hanya sebagai media untuk merayakan kebersamaan tadi.

That’s what new year’s eve means to me.

Se-simple itu.

Ah ya, aku sebenarnya punya kebiasaan setiap menjelang tahun baru.

I liked to write my resolution for the next year 😅

Usually i wrote so many goals that i want to achieve and end up with re-write the same goals in the end of year for the next year.

Ahahaha

But I wont do that this time.  My goals in 2019 is simple, I want to love myself as much as I can. Because someone said that the key of happiness begins with us who love ourselves.

Dengan begitu, aku berharap aku bisa membahagiakan orang-orang disekelilingku.

I can’t describe in detail what I mean. But for sure, I want to be a  happier person, by accepting who I am, and all the problems I face today.

In 2018, I passed quite a lot of good and bad things. One of the lessons I learned in 2018 is that “change” is something that we should be able to enjoy, because what is certain is precisely the uncertainty itself.

So, Goodbye 2018, welcome 2019.

 

 

Posted in Random Thing

Fall in love with people we can’t have

Bekerja dengan teman yang usianya diawal dua puluhan terkadang akan banyak mendengar cerita-cerita galau tentang percintaan yang penuh drama. Halah.

Banyak yang kadang dari obrolan ringan lalu tiba-tiba jadi ajang curhat dan konsultasi, tentang pacar, keluarga bahkan rumah tangga, padahal mah kitanya juga baru nikah dengan usia pernikahan yang nggak jauh beda. Ha ha ha.

Ada hal menarik dari percakapan hari ini dengan salah satu teman, sebut saja Mawar 😎, yang ingin aku simpan dalam bentuk tulisan.

Dari obrolan ringan tentang pekerjaan, lama-lama tentang pacar yang katanya kurang perhatian. Uhuk.

Mawar bercerita kalau sikap si pacar dirasa terlalu cuek, kurang perhatian gitu deh, dia membandingkan dengan sikap teman mainnya yang kebetulan cowok dan jauh lebih perhatian dibandingkan si pacar. Eng ing eng.

Kata Aa Nicholas mah, berawal dari simpati, lalu empati, jatuh hati deh. So cliche.

Sederhananya sih, ya udah sih, putusin si pacar, jadian sama si temen tapi demen tadi.

Tapi namanya drama nggak akan ada yang se-simple itu Esperanza. He he he

Segala macam pertimbangan nggak masuk akal kaya nggak enak sama keluarga lah, nggak mau diputusin lah, jadi excuse untuk tetap mencoba mempertahankan hubungan.

Lalu aku hanya berperan sebagai pendengar yang sok bijaksana, memberikan masukan-masukan yang aku yakin nggak akan dilakukan juga.

Then I realize one thing, oh my god, i have been there, done that.

Ha ha ha

Pada masanya, akupun pernah berulang kali curhat about one person, one case, and one solution but I’ve never listened. Repeatedly. 😂😂

Mungkin memang benar, kalau menasehati orang yang sedang jatuh cinta adalah pekerjaan yang sia sia. 😁

Lalu aku hanya bisa menyampaikan satu hal pada temanku, sometime, our biggest regret in life is about something that we didn’t do rather than something we do.

Fall in love with people we can’t have is never easy, but at least try to make it happen.

Halah. Teori aja jagonya 😂